Brengsek!
Rabu, 25 November 2015
Senin, 23 November 2015
Pergi datang
Adakala dimana semua abadi
Terasa lama dan tak ada habisnya
Terus bergulir walau bosan dirasa
Menikmati nya dengan tidak dirasa
Lalu ketika semua berhenti
Semua yang abadi nampak beda
Sekejap mata rasanya
Selalu kurang rasanya waktu
Dikejar terus yang masih ada
Atau yang akan tiada
Mual ketika semua dijejalkan
Sedih saat tau semua tidak abadi
Pergi yang akan tiada nantinya
Meraung memaksa terus ada
Berdoa seakan dikabulkan seketika
Tidak rela lalu marah meronta
Sampai kapan rasa ini ada
Terasa abadi nampaknya
Ketika yang ada telah tiada
Walau cuma semalam
Caci maki campur doa dalam hati
Tenang namun berontak ingin lari
Ramai ramai tapi terdengar sepi
Menduka lara bukan main rasanya
Seperti tidak merasa sebelumnya
Seminggu sebulan setahun berlalu
Yang tiada tetap tiada
Dan yang ada dijaga erat
Tiada bukanlah terganti
Namun yang datang menjadi ada
Mengisi yang tiada
Tanpa menggantikan yang tiada
Datang tetaplah datang
Semoga yang tiada
Kekal didalam doa
Jalan
Kita adalah takdir
Dan masa depan menunggu kita
Kita memilih jalan
Walau salah kita tetap akan kesana
Kita mengucap keluh
Tetap jalani dan ikhlas menerima
Kita mengangkat dagu
Jangan lupa perkuat doa
Kita menatap bumi
Tetapi jangan larut dengan sedih
Kita adalah kita
Apapun masa depan kita nanti
Berkalung kalut
Semua indra terisi dia
Dalam doa ku ucap dia
Setiap tempat teringat dia
Jangan sampai dia kupakai
Seperti kalung
Yang melingkar di leher ku
Tak berwujud benda
Tapi dia terasa
Seperti kalut yang mengalungi ku
Selasa, 17 November 2015
Cinta
Cinta itu bukan lomba yang memperebutkan hadiah
Cinta itu bukan pula sebuah berhala yang terus kita sembah
Cinta itu bukan hanya rasa ingin memiliki seperti sebuah benda
Cinta itu bukan batu berlian yang tidak akan hancur
Cinta itu bukan pecut panjang yang tajam yang bisa melukai
Cinta
Cinta adalah bentuk kehidupan yang membuat senyum kebahagiaan bagi siapapun yang merasakannya
Hantu
Rindu datang bagai hantu
Tak berwujud namun terasa
Rindu seperti kaldu
Tak berwujud namun terasa
Rindu itu kamu
Tak ada wujudnya namun terasa
Senin, 16 November 2015
Hujan dan macet
Hujan hujan hujan
Turun tak ditanya tapi membawa berkah dan juga gundah
Macet macet macet
Tak ditunggu datang mengganggu membuat orang menjadi ringu
Rindu yang gundah selalu datang ketika macet bercampur hujan
Bayangan masa lalu bercampur keinginan ingin pulang
Ooh rindu kenapa datang saat hujan dan macet sedang mengganggu
Kereta tunggu lah saya
Bawalah saya dan juga rindu ini pergi ke tempat ku beristirahat
Rabu, 11 November 2015
Terbaik terbalik
Baik itu awal untuk menjadi terbaik
Walau terbaik kadang menjadi terbalik
Awalnya baik untuk mendapatkan sesuatu
Kemudian terbalik setelah mendapatkannya
Baik itu banyak digoda
Setelah terbalik malah menyesal jadinya
Terbalik lah untuk menjadi yang terbaik
Jangan terbalik ketika menjadi yang terbaik
Selasa, 10 November 2015
Malam bermalam
Malam datang untuk temui sang pekerja keras
Memeluk mereka dengan dingin nya angin malam
Menyinari seadanya dibantu sang bulan
Walau tidak perlu karena lampu jalan dan gedung berpijar terang
Malam bermalam cemas
Karena sang pekerja hendak berkemas
Meluncur ke stasiun dan halte terdekat
Atau bersiap menggerus aspal jalanan
Malam rindu para pekerja
Pekerja yang larut dengan tugasnya
Walau mereka berselimut malam
Kadang malam tetaplah cemas karena mereka akan berpulang
Rabu, 04 November 2015
Hujan sang penghujam
Laut tak berbisik kepada langit untuk turunkan hujan di daratan.
Hanya awan hitam yang membawa dendam dendam kecil dari sekumpulan titik titik air yang disia-sia kan.
Datang mereka dengan megah dan besarnya dendam menunggangi awan hitam yang besar yang akan menghujami bumi dengan dendam yang ada.
Amarah itu tidak lagi membuat hujan menjadi puitis ataupun penghantar rindu para penyembah cinta.
Malah menenggelamkan daratan dengan dendam dan meluluh lantah kan semua yang telah menyia-nyiakan mereka.
Selasa, 03 November 2015
Miliki
Tak kuasa tangan menggengam
Menggenggam kisah yang tak nyata
Ku merasa memiliki nya
Kisah yang tak nyata itu
Tak hanya tak nyata
Kisah ini ternyata
Aku tidak memilikinya
Semua ini tidak lagi ku genggam