Jumat, 29 April 2022

pagi dan malam

Mungkin waktu kita tak bersatu
Kamu yang terlalu pagi
Dan aku yang terlampau malam
Tidak akan ada waktu untuk kita

Aku rumit penuh liku drama yang tak laku
Menuntut perhatian yang tak ada ujung
Dimana tangis jadi hobi
Dan cemas jadi cemilan siang hari

Lihat lah senyum mu disaat akhir pekan
Sungguh berbeda dengan pekat sesak didadaku
Disetiap akhir pekan
Disetiap detiknya

Waktu jadi salah dimata mu
Kasihan dia
Aku yang sendiri disini
Sedang kamu beramai ramai

Jangan lagi salahkan waktu
Mungkin kita tak bisa lagi beriringan
Kamu yang secerah pagi
Aku yang sekelam malam

Kita bukan puisi yang bertemu di waktu senja
Kamu seterang pagi tapi bukan matahari
Dan aku sekelam malam yang tak ada terang bulan
Tak ada waktu untuk bertemu

Senin, 11 April 2022

doa si pendosa 1

Terkadang bingung jadi pendosa
Jika sedang berdoa
Untuk meminta maunya
Apakah akan dikabulkan oleh-Nya?

Susah memang jadi pendosa
Apalagi meminta keadilan bagi dirinya
Yang ada malah musibah terus menimpa
Padahal pendosa juga menderita

Yah namanya juga pendosa
Tentu saja hal yang dilakukan penuh dosa
Jarang sekali berdoa
Sekalinya meminta hanya untuk dia bahagia

Apalah itu sang pendosa
Tidak punya hak untuk meminta
Kalau bisa dihukum saja
Segera hilangkan dari dunia

Minggu, 10 April 2022

Lubang

Ingin kulubangi dada ini
Biar yang kurasa sekarang
Hanya lewat begitu saja
Dan kepalaku yang bekerja

Ingin kulubangi dada ini
Biar yang kupikirkan hanya
Sebuah logika yang berlandas realita
Tidak hanya soal rasa dan prasangka

Ingin kulubangi dada ini
Agar tangis yang keluar setiap hari
Bukan dari sakit yang kudapat dari dalam dada
Tapi dari sedih yang kurasa karena logika yang kudapat

Ingin kulubangi dada ini
Hingga tembus ke punggung ku
Biar bukan rasa yang menguasai diriku
Bukan rasa yang menyiksa ku


Minggu, 03 April 2022

Sudahi

Kurasa dalam diam menyimpan luka
Kadang luka nya terlalu dalam
Terlalu dalam untuk disembuhkan
Walau riang tawa nya keras bagai adzan Maghrib

Diam saja tak ada cakap antara dua insan
Yang satu luka tak percaya
Yang satu percaya bahwa yang satu tak terluka
Dan sepertinya tak pernah niat sembuhkan yang luka

Bagaimana caranya lanjut
Bagaimana caranya bisa berdamai
Jika lukanya saja hanya ditutupi
Tanpa pernah disembuhkan

Dan sekarang pun yang didiamkan
Perlahan semakin terluka
Yang terluka membuat luka yang lain
Kenapa mereka tak melihat ini dan menyudahinya saja
 
Sudahi saja yang ada sekarang
Biar yang luka sembuh sendiri nanti
Biar yang didiamkan nanti ada yang mengajak bicara lagi
Biar yang sudah biarkan sudah tak usah ada lagi kata nanti