Berkunang kunang mataku sepertinya tapi tak ku gubris, ku tetap mengendarai motor ku hingga mataku tertutup. Sejenak gelap pandangan ku, kemudian ku membuka mata kembali. Terasa kaget karena kupikir akan jatuh dari sepeda motor ku, dan ku kembali terkaget. Ini bukan lagi jalan yang tadi, ini berbeda tapi terasa sama. Ku teliti kembali sekitar ku, jalan tanah dan pepohonan, rumah-rumah sekitar, mereka seperti terbalik arah antara kiri dan kanan. Tulisan pun terbalik, sekejap ku berdoa meminta arah yang benar dan segera dikeluarkan dari tempat ini pintaku.
Sambil memejamkan mata ku berdoa, dan mengingat kembali keluarga ku beserta orang orang terdekat ku. Dengan mengucap amin dan mengusap wajah aku membuka mata, segalanya masih sama tidak ada yang berubah, hanya di benak ku merasa yakin aku harus berjalan ke arah yang semesti nya. Semakin aku mengendarai motor ku, semakin yakin aku menuju ke arah yang benar. Di ujung jalan terlihat bangunan yang berbeda menurutku, mungkin karena terlihat sedikit bercahaya dibanding rumah warga yang lain. Aku mendekati, dan ternyata sebuah musholla yang bentuk bangunannya seperti rumah kecil.
Tanpa ada rasa curiga atau takut, aku memasuki motor ku ke dalam musholla yang tanpa pagar itu. Ku parkir motor di pekarangan, tepat terlihat sepasang sandal kulit yang terlihat lusuh. Aku pun terduduk di depan pintu musholla tersebut. Aku terkaget karena tepukan di pundak ku, seorang bapak yang sudah berumur menyapa ku dan bertanya apakah diriku sudah melaksanakan shalat isya, sedikit ku berpikir memang aku belum melaksanakannya. Dengan ringan langkah ku menuju tempat wudhu dan menyegerakan shalat. Setelah ku selesai beribadah dan berdoa agar ditunjukan jalan ku, aku segera berberes untuk melanjutkan jalan ku.
Sekali lagi aku dikagetkan oleh bapak itu, dengan mengucap salam aku pamit. Tapi ku mendengar bapak itu berbicara walau dengan nada yang rendah, dia berbicara tentang diriku yang selalu meninggalkan ibadah ku. "Jangan kau tinggalkan sujud mu". Setelah ku melangkahkan satu langkah kaki ku keluar pintu musholla, sekejap ku terkaget.
Aku terbangun? Aku jatuh? Sejak kapan? Kepalaku sakit rasanya, motor ku terlihat buyar tetapi dalam keadaan tergeletak jauh di depan ku. Banyak orang mengelilingi ku dan kulihat satu wajah yang ku kenal, waajah yang aku tahu bahwa kita saling mencinta. Sekejap tenang pikiranku, aku mengantuk, dan semuagelap kembali.