Tercecer darahnya
Seketika saat pisau menusuknya
Seketika saat pisau menusuknya
Tak sakit jeritnya
Tak dirasa nampaknya
Tak dirasa nampaknya
Kekal abadi sepertinya
Luka nya menutup kembali
Luka nya menutup kembali
Wajahnya tertunduk
Menyesal tak hilang nyawanya
Menyesal tak hilang nyawanya
Inikah penyesalan
Akan hidup abadi
Bukan anugerah
Tapi kutukan
Seperti merindu
Tapi tak ingin dilihat pilu
Jika seperti itu
Tak ingin ku abadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar