Disaat langkah pertama berjalan penuh gontai
Limbung tak pasti
Mencoba tegak namun tak sampai ke hati
Merasa melayang walau tanah sudah ditapaki
Jika sampai nanti
Ketika langkah kedua berjalan tak kunjung pasti
Dan kini justru malah memaki kaki
Yang katanya melenceng walau sudah diarahi
Kemudian mencoba berlari
Karena takut tidak bisa berdiri
Walau tanah merasa mantap ditapaki
Tapi limbung tak tahu arah walau dicari
Jika sampai nanti
Walau sudah jauh langkah berlari
Dan tetap limbung setiap jengkal yang ditapaki
Akan hilang tujuan dari niat di hati
Jika sampai nanti
Mencoba berjalan setelah lelah berlari
Kemudian kembali memaki kaki
Yang sudah jauh dari tujuan yang disepakati
Kemudian sesal menggerogoti
Menggerutu tiap malam yang tidak dinanti-nanti
Bergetar kaki tak kuat berdiri
Sampai ambruk sambil mencaci
Sampai nanti
Jika memaksa hati
Dan langkah yang tak pasti
Tidak akan sampai apa yang dinanti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar