Bicara raga
Semua yang tampak nyata
Bukan jiwa
Yang tak tampak
Jika cinta sama kan dengan jiwa
Sesuatu yang tak tampak
Apakah tatap sama kan dengan raga?
Karena mampu melihat yang tampak
Jika dari tatap muncul rasa yang tak tampak
Apakah sesuatu yang tampak bisa pengaruhi yang tak tampak?
Dan jika cinta datang dari tatap
Apakah ku harus memalingkan tatap ku?
Karena yang tak tampak tak bisa kugenggam
Begitu pula dengan cinta
Sama hal nya dengan janji
Karena dari cinta kemudian datang lah janji
Datang kemudian sebuah janji
Tumbuh kecil dari setitik cinta
Janji yang kemudian mengikat raga
Sesuatu yang aneh bukan?
Dari hal yang tak bisa ku genggam
Tapi bisa mengikat sebuah raga
Mengekang sebuah jiwa
Yang katanya dibalut dengan cinta
Kemudian datang harapan
Sebuah hal yang tak tampak lagi
Membuat raga bersiap menghadapi
Namun tak tahu apa yang dihadapi nanti
Karena harapan lahir dari sebuah janji
Hal hal yang tak tampak
Yang bahkan tak punya raga
Atau bahkan sebuah jiwa
Jika raga yang dipenuhi dengan jiwa
Yang telah diisi dengan cinta
Dan tak pernah diilusikan dengan janji
Mungkin saja akan percaya dengan harapan
Mungkin
Kadang harapan bisa mengikar janji
Kemudian menghancurkan cinta
Hingga merusak jiwa dan juga raga
Jika jiwa ada dalam sebuah raga
Apakah harapan bisa dibuat nyata?
Serta janji yang dibuat tampak?
Atau membuat tampak sang cinta?
Mana yang harus dimulai
Menampakan raga untuk mencinta
Membuat harapan untuk tampak nyata
Atau berjanji untuk mencinta jiwa dan raga?
Kadang raga tak tampak
Namun cinta nya terasa
Dan jika jiwa terasa kosong
Maka janji dan harapan tak akan berwujud
Tidak ada komentar:
Posting Komentar