Banyak orang duduk berhadapan
Suara pemandu dari pengeras suara
Badan letih berjalan menyusuri gerbong
Beberapa menatap kotak bercahaya
Oh rindu ku rindu
Duduk menunggu si kotak besi
Tak harap apapun
Hanya menunggu
Berpulang entah kemana waktu itu
Selama langkah masih sigap
Terkadang khamr ku tenggak
Tak jarang ku lahap sebuah buku
Gelap memang sudah waktunya
Lampu lampu dan bulan saja yang ada
Tak ada yang dipikirkan terkadang
Kadang penuh pula yang kupikirkan
Dari senang hingga gamang
Walau lelah ingin rebah
Tetap saja kadang berdiri
Jika duduk kadang dipaksa berdiri
Tak peduli semalam apapun
Selama kotak besi ini belum berhenti
Tak peduli kemanapun pergi
Sampai jiwa puas dengan apa yang dirasa
Oh,
Kereta listrik
Ku rindu pulang diantarmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar