Lelah raga dipaksa jiwa yang terus menggerus waktu, waktu yang sebenarnya tak ada, waktu yang sebenar-benarnya kosong
Jiwa yang lupa bahwa tak harusnya mengurung dirinya, dalam sangkar waktu yang sebenarnya tak ada, tapi memaksanya untuk berubah
Jiwa mengulang setiap geraknya membuat raga kini letih, berteriak perlahan-lahan agar jiwa tak sedih dalam ketiadaan, mati perlahan-lahan
Akhirnya terhenti jiwa yang inginkan perubahan, duduk lemas tak berdaya tanpa disangka raga telah tiada, menatap waktu yang tak berwujud
Waktu tak lagi memaksa jiwa untuk berubah, meninggalkan nya dalam kosong seakan menipu jiwa yang dulunya bergejolak, kini tergeletak terurai tak berdaya
Waktu yang sebenarnya hanya menunggu semuanya sia sia, memanfaatkan gejolak jiwa yang menggebu-gebu, hanya untuk melihat semua hilang tak berguna
Waktu yang sebenarnya nyata, tapi bukan sangkar yang mengurung, hanya luas tak berbatas menipu jiwa yang kikiskan raga hanya untuk merasa berharga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar