Rabu, 06 Februari 2019

Pembunuh bernama waktu

Lelah raga dipaksa jiwa yang terus menggerus waktu, waktu yang sebenarnya tak ada, waktu yang sebenar-benarnya kosong

Jiwa yang lupa bahwa tak harusnya mengurung dirinya, dalam sangkar waktu yang sebenarnya tak ada, tapi memaksanya untuk berubah

Jiwa mengulang setiap geraknya membuat raga kini letih, berteriak perlahan-lahan agar jiwa tak sedih dalam ketiadaan, mati perlahan-lahan

Akhirnya terhenti jiwa yang inginkan perubahan, duduk lemas tak berdaya tanpa disangka raga telah tiada, menatap waktu yang tak berwujud

Waktu tak lagi memaksa jiwa untuk berubah, meninggalkan nya dalam kosong seakan menipu jiwa yang dulunya bergejolak, kini tergeletak terurai tak berdaya

Waktu yang sebenarnya hanya menunggu semuanya sia sia, memanfaatkan gejolak jiwa yang menggebu-gebu, hanya untuk melihat semua hilang tak berguna

Waktu yang sebenarnya nyata, tapi bukan sangkar yang mengurung, hanya luas tak berbatas menipu jiwa yang kikiskan raga hanya untuk merasa berharga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar