Sabtu, 19 Maret 2022

Cinta Awal dan Akhir

Jika nanti tuhan tahu bahwasanya tidak ada manusia yang tidak tahan dengan cinta. Apa mungkin nanti nya manusia menyerah akan cinta? Apakah tuhan akan membuat manusia tetap setia dengan cinta? Yah apalah itu cinta, jika tuhan sudah membuat nya menyatu kadang memisahkannya pun susah. Ada yang seperti itu, ada pula yang mudah, dan kenapa pula ada perbedaan? Apakah memisahkan cinta itu ada kriteria nya? Harus menyakiti misalnya, harus terus menerus menyiksa misalnya, harus tidak mencintai lagi misalnya, haruskah seperti itu?

Mencintai itu diawali oleh kelembutan, dan keseharian yang penuh kehangatan. Tak ada benci diantara sisipan senyum dan tawa, tak ada kata kasar yang tanpa makna berkumandang di ruangan 3 x 4 meter. Semua penuh ketenangan. Sedangkan bagaimana cara mengakhiri cinta? seperti akhir paragraf awal dalam tulisan ini kah? Yang dimana harus ada kehancuran disetiap kata cinta, yang harus ada siksa disetiap tatap atau ucap.

Tuhan tidak akan mengizinkan (mungkin) seseorang yang ingin meninggalkan cinta nya yang sudah dijanjikan, tapi manusia adalah makhluk yang ingkar walaupun banyak dari mereka yang patuh akan hukum yang ada. Untuk makhluk ingkar, apa yang ada didalam pikirnya? Mereka kira semua ini mudah untuk didapat dan dilepas? Seperti karet gelang pada bungkus nasi uduk yang kadang isi nya banyak dan sulit untuk tutup, ketika karet tersebut dilepas dengan sengaja, bukannya tidak mungkin tapi sudah pasti karet tersebut melar dan sudah tidak bisa mengunci atau menahan kertas isi nasi tersebut.

Bagi mereka yang taat, yang percaya akan hubungan yang cinta nya akan terus menerus ada dalam hati yang tumbuh kuat tiap hari, percayalah kalian luar biasa. Tapi bukan berarti mereka yang beda dari kalian tidak boleh hidup di dunia yang hampir sempurna ini. Mereka hanya tersisih dari semua yang indah di dunia, mereka hanya terasa terpinggirkan dari indah nya cinta yang sudah pernah diberikan. Mereka lelah, ingin lepas, ingin pergi namun tak berani. Sudah diakhiri saja atau menunggu lelah hingga tak mampu berteriak pada rasa beban yang sepertinya tak akan bisa dihilangkan begitu saja.

Jika nanti tuhan tahu bahwa manusia, atau beberapa dari mereka ingin pergi dari cinta yang dia rasa itu hampa. Apakah tuhan mengizinkan? atau membiarkan saja mereka luntang lantung hidup di dunia tanpa tahu rasa mencinta untuk selamanya. Atau mengakhiri dunia nya dengan menekan urat nadi dengan ujung tajam yang Ia dapat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar