Minggu, 13 Maret 2022

Siksa Pikiran

Jatuh cahaya perlahan meredup
Bulatan kecil di angkasa makin terlihat jelas
Makin menguning
Makin bersinar

Sementara angkasa makin gelap
Di darat lampu berbinar
Makin terang
Making berwarna

Kendaraan berjalan pulang
Jalan raya mulai lengang
Makin sepi
Makin kosong

Tiap tiap rumah makin riuh
Sang ayah pulang, sang ibu riang
Makin ramai
Makin senang

Tapi disini,
Kepala ini seperti malam
Seperti angkasa pada malam
Pekat hitam

Sayang nya,
Tanpa binar bintang
Tanpa rembulan
Hanya hampa

Sayang nya ketika kepala ini penuh
Penuh dengan kecaman
Kecaman yang bukan mengancam diriku
Tapi ini mengancam yang lain
 
Semua isi kepala diisi dengan darah
Merah rasanya tapi bukan amarah yang keluar
Bukan benci yang dirasa untuk mengganti
Tapi hilang atau menghilangkan yang sekarang

Ketika di luar makin sunyi
Tetapi di pikiran ini makin riuh
Makin cemas
Makin mengganas
 
Pikiran ku menggila tak terarah
Sudah tidak bisa membeda
Makin parah
Makin gila
 
Siang hari tidak boleh melihat sudut siku
Seakan memanggil untuk menghujam
DIRIKU
DAN DIRINYA


MAKIN INGIN HILANG



MAKIN INGIN MENGHILANGKAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar