Empat orang berbagi layar
Tawa juga serta hinga senda gurau
Ditambah satu walau tak selayar
Ikut tertawa walau hanya dengarkan satu orang
Riang gembira bahas tentang hal yang tidak mungkin
Di layar lain ikut tertawa karena ikut diceritakan
Semua tertawa tanpa ada yang memerintah
Semua gembira tanpa ada rencana
Satu orang bangkit dari duduknya untuk menjawab panggil dari luar
Dan semua orang masih tertawa terpingkal walau hanya satu yang tidak
Satu tersebut mendengar semua suara yang hanya dia yang bisa mendengar
Patah hari nya ketika mendengar hal yang seharusnya tak perlu didengar
Kemudian patah pula yang berbicara
Tapi tiga orang lain tak ada yang tahu mengenai itu
Mereka masih berbicara seakan layar adalah wajah temannya
Runtuh hari kedua orang itu
Tapi sayang tidak ada yang tahu selain mereka
Terdiam sejenak yang terpisah layar
Senyumnya tertutup kecewa dan dipisahkan realita
Seakan tak mau kalah
Yang satu ikut tertekan dengan keadaan
Tak terima yang tadi merasa kecewa
Ikut pula tertampar realita
Kini tinggal layar putih
Suara yang putih
Dan sayup lirih
Doa nya disampaikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar