Sahut sahut ceracau anak
Membuat ribut taman di tengah beton
Decit sepatu mereka saat melangkah
Membuat tersenyum siapa yang melihatnya
Di sini, di tengah gedung tinggi
Tempat pemukiman baru
Di mana tanah begitu jauh dipijak
Demi mendapat atap berteduh
Di sini, tersisa hijau tengah abu abu
Tempat berkumpul para ibu
Atau terkadang para pembantu
Seringkali para penjual nafsu
Ini taman seribu umat
Bukan pula tempat keramat
Terkadang mereka salah tempat
Malah menjajakan kesenangan sesaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar