Layu sudah tak berkata kata
Jika hanyalah sedih yang dirangkai
Walau bahagia pun menyeruak
Tak ada kata untuk bahagia
Kaki lelah melangkah sepi
Yang ada hanya bohongi diri
Setiap ku cinta yang ku lakukan
Semakin jauh dari yang ku lakukan karena cinta
Lihat saja matahari
Dikira berdiam diri memancar sinar
Walau ia berputar mengelilingi semesta
Tak tahu dia cinta atau hanya melakukannya saja
Tak bosan ku menulis
Hanya belum ada kata untuk bahagia
Tak bosan ku menggambar
Hanya belum terbiasa menjalaninya
Jika bahagia saja bisa membuat perut kenyang
Akan kutinggalkan yang ada untuk nya
Ku tekuni demi cinta yang ada
Ku geluti hingga sampai akhirnya
Ini dunia nyata sayangnya
Tak bisa mengalir seperti air
Yang lewati semua batu batu besar
Atau meluap dan berubah menjadi hujan
Ini dunia nyata yang kurasa
Aku hadapi walau tak cinta
Walau merana mendusta harus mencinta
Demi penuhi yang kubawa di pundak ku
Walau dalam sujudku juga mengeluh
Dalam sadarku pun mengerang keluh
Tak sadar bukan satu perut yang menunggu
Harus ku kembali jalani sesuatu yang tak kucintai
Jika terus menunggu dia sampai nanti
Aku akan membusuk berkali kali
Jalani hidup tanpa mencintai
Dan membuang cinta berkali kali
Singkirkan saja semua ini
Yang buat sempit hati ini
Harusnya luas seluas semesta
Tanpa ada batas
Mengeluhku dalam doa
Dalam kata yang kusaji indah
Setiap tutur bicara pada hari biasa
Seakan tak bersyukur ku pada hidup
Saat ku selesai kan kalimat terakhir
Dalam keluhku di puisi ini
Semoga ku bisa mencinta setiap hal yang ada
Bersyukur setiap nafas dan karya yang pernah ada
Semoga ku lakukan yang kucintai
Dan mencintai yang ku lakukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar