Senin, 16 Mei 2016

Hujan membisu

Bergelimang hujan di sudut jiwa
Tak ada suara di rintiknya
Merintih luka mendengar jiwa
Saat guntur membisu setelah kilat melintas

Raga tak lagi merindu suara
Yang berdentum keras
Membentuk asmara dalam otak
Bersetubuh berbalut peluh rindu

Hujan terus mengguyur
Banjiri semua jiwa
Mulai menyenggama otak
Hilangkan semua suara

Tak ada kata
Tak ada suara
Berisik tak bergemuruh
Sakit namun tak mengaduh

Hilangkan nada
Hanya terucap doa
Tak bersuara
Hanya sementara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar