Bergelimang hujan di sudut jiwa
Tak ada suara di rintiknya
Merintih luka mendengar jiwa
Saat guntur membisu setelah kilat melintas
Raga tak lagi merindu suara
Yang berdentum keras
Membentuk asmara dalam otak
Bersetubuh berbalut peluh rindu
Hujan terus mengguyur
Banjiri semua jiwa
Mulai menyenggama otak
Hilangkan semua suara
Tak ada kata
Tak ada suara
Berisik tak bergemuruh
Sakit namun tak mengaduh
Hilangkan nada
Hanya terucap doa
Tak bersuara
Hanya sementara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar