Selalu pagi dicengkram hawa dingin
Hawa dingin yang disertai oleh rindu dan kecemasan
Dia disana pergi menjauh
Walau dekat rasanya
Kepala ini selalu dipenuhi dia
Dan seribu rasa cemas akan kehidupan ku
Tubuh bagai makanan dingin yang ditaruh dilemari pendingin
Kaku dan tak bernyawa
Membuka mata tanpa nyawa
Merasa hidup tapi tanpa jiwa
Semua menjauh perlahan
Tinggalkan malam tadi dengan menaruh jangkar di kepalaku
Pagi ini bangun tanpa ada pesan
Dengan hening tanpa ada lisan
Mungkin semuanya mulai bosan
Kepadaku yang primitif tidak mau meninggalkan gua ku sendiri
Rabu, 23 Desember 2015
Manusia gua
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar