Kulingkari hari dengan hati yang telah mati
Berjalan terus dengan langkah yang tak lagi pasti
Hidup ini selalu kunikmati dengan kata "tapi"
Selalu menyangkal setiap kesempatan dengan mantap
Memusnahkan orang yang disayang dengan membuang kepercayaan
Karena merasa hari nanti sudah mati
Kulihat kembang di pasar yang sudah layu
Tetap dijual dengan harga yang tinggi
Kulihat diri ini yang selalu sendu
Selalu sendu karena selalu merindu
Merindu akan kebahagiaan yang tak pernah dirasa
Dan tetap lebih rendah dari bunga yang layu itu
Teman dekat dijauh kan
Mencari lagi yang baru untuk segera dijauhkan lagi
Berulang dan berulang seperti rekaman yang rusak
Matahari telah tinggi
Mata ini harus nya tidak lagi mendulang air mata
Harus nya gelap lah yang menjadi saksi
Kini tak lagi kenal gelap ataupun terang
Sendiri kini menghantui setiap detik
Rusak bisa dibetulkan
Tetapi hancur
Hanya bisa dihidupkan kembali
Entah dengan apa
Semua bicara tentang agama
Agama yang selalu bisa menghidupkan apa saja
Kecuali nyawa
Ilmu jiwa yang bisa membetulkan pikiran apakah bisa menghidupkan?
Menghidupkan yang hancur?
Atau sekedar mengumpulkan yang ada? Dan menguburnya dalam dalam
Kemudian diganti dengan pikiran yang terbuat dari plastik
Yang sama dengan yang lain
Yang mungkin berlabel "made in china"
Sepi ini siapa yang akan buat gaduh?
Sendiri ini siapa yang akan buat ramai?
Jika jiwa dan pikiran ini selalu membuat gedung gedung tinggi
Selalu membuat dinding dinding yang tebal
Untuk mengurung si anak kecil yang brengsek itu
Siapa yang bisa meruntuhkan semua itu dan membuang jauh si anak kecil itu !?
Jauhkan dia dari saya!
Mugkin saya akan menjadi abu abu
Atau menjadi tak berwarna
Atau mungkin sama dengan yang lainnya
Tolong lah aku tuan dan nyonya
Beritahu semua aku ini sepi dalam hari dan malam
Dalam gelap dan terang
Bawa saya diarak ramai
Berbicara tanpa henti
Sampai nanti waktu saya berhenti
Jumat, 25 Desember 2015
Sendiri dalam terang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar