Selasa, 08 Desember 2015

Sungkan

Diam diam aku melihat dari ujung mata
Senyumnya bukan senang
Dan juga bukan riang
Senyumnya tenang walau terlihat sintetis
Ada banyak cerita dahulu dibalik senyum itu
Itu dari yang aku lihat bukan yang aku dengar
Padahal tangan kiri ini sedang berada dikedua tangannya
Tapi senyumnya bukan karena ini
Aku tenang karena nya
Walau bukan untuk aku dan bukan karena aku dia tersenyum
Pelan pelan aku merasa memiliki
Detik waktu buat kita saling dekat
Dekat karena bercakap
Dari jarak antara kranji menuju juanda
Sedikit getir aku mengakuinya
Secuil rasa takut kehilangannya
Sepetik rindu tapi setiap detik kurasa
Hei, apa senyum itu untuk aku?
Atau kau sedang bahagia?
Bukan denganku pastinya
Karena sungkan aku mengakui kamu
Sungkan mengakui bahwa nanti senyum yang aku beri selalu kamu pakai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar