Selasa, 16 Februari 2016

Beda padahal sama

Aih lelah lah hari ini, berdiri lagi menuju pintu rumah ibu, tak ada jalan cepat menuju sana.

Gemetar sedikit kaki ini berdiri menunggu bus ini mencapai halte terakhir, sedikit lama menuju sana.

Nanti ku menyambung naik kereta, sedikit beruntung bisa duduk dan tidur tapi tetap saja lama.

Kupikir lagi hal ini, rasanya sama seperti hal lain yang ku lakukan saat ini, menunggu saja.

Walau sudah ku lalui sejak lama tapi tetap senyum walau lelah, padahal menunggu jauh lebih lama.

Mungkin karena dia seakan menunggu itu jadi lebih berwarna dan tidak melelahkan, padahal sama.

Ah, aku lupa memakai senyum yang dia beri, biar menunggu menjadi tidak sama dan tidak terasa lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar