Selasa, 09 Februari 2016

Menyenangkan nya

Kuluaskan pandangan ku ke penjuru kamar ini, setelah 4 hari aku tinggalkan.

Ku cari hal yang menyenangkan untuk ku tulis, sekilas hanya kulihat tumpukan baju kotor.

Dan benda lainnya yang berserakan berantakan tak beraturan, seharunya tidak ku abaikan.

Tapi nanti ku akan bereskan ketika sudah berkenan, hanya alasan tapi tetap aku bereskan.

Akhirnya ku lihat benda berwarna putih, dan aku tahu bulat ia bentuknya dengan tangkai untuk digenggam.

Sebuah kipas, dari salah satu acara musik terbesar tahun lalu yang bergenre musik dansa elektrik.

Terkenang kembali hal yang menyenangkan, diantara riuh lautan manusia berjingkrak.

Wajah nya yang sumringah melihat idola nya dikejauhan sana, memainkan alat musik tertata di atas meja.

Berjoget riang sambil berdendang lagu yang kadang ia hapal dan kebetulan diputar.

Ah, dia lagi dia lagi, kupikir dia hanya ada di barisan rindu di dalam pikiranku.

Mungkin hal yang menyenangkan ini bagian dari rindu, dan bagian dari dia pula.

Melihat dia senang itu adalah hal yang menyenangkan, menyenangkan sekali.

Tingkah lakunya di acara itu, sewaktu idola nya di atas panggung sungguh menyenangkan.

Lepas sepertinya energi yang ada di tubuhnya, melonjak kegirangan tanpa henti.

Sejenak kelelahan tapi bangkit lagi setelah dengar lagu yang dia suka terdengar.

Banyak gerak banyak teriak edikit berbicara, ya saat itu tidak banyak kata yang keluar.

Loncat, teriak, loncat, teriak dan tetiba hal ajaib terjadi, hal yang sempat aku tampik kan.

Ajaib karena itu terjadi tiba-tiba dan tidak disangka, indahnya sesaat tapi mengejutkan nya selamanya.

Tidak bisa lagi kita kesana, sudah bukan jaman nya kata dia, tapi aku ingin lagi liat senyumnya.

Parasnya, semangatnya, energinya, atau aku ingin bertemu dia dan menyenangkan dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar