Cemas neng hati abang dengar kabar tentang itu, tentang nanti kau akan dipinang.
Kalau pun hati abang bisa sebesar lapangan bola kalau neng dipinang tetap saja terbelah dua.
Sekarang abang masih senang bisa dengar suara neng dari jauh, dan masih bisa dapat kabar dari neng.
Kalau langit mendung siang hari abang berharap cemas malam hari terang disambut bulan.
Biar sinarnya masuk ke celah jendela dan lubang angin, sembari abang dengar suara neng.
Pelan pelan neng makin jauh, makin susah buat ketemu muka neng dan rambut neng yang sering diputerin.
Masih suka lihat ujung peron, kadang suka melihat bayang neng lari keburu buru.
Nanti ketika neng dipinang, abang cuma ucap alhamdulillah bisa ketemu neng.
Kalo ada waktu bertemu, ingin abang bercakap dengan orang tua neng yang abang kagumin.
Bertemu muka kepada orang yang neng nantinya bikin tenang hati mereka dan bikin senyum bibir mereka.
Walau rindu tidak akan ada obatnya lagi nanti, hati ini akan belajar mengobati rindu nya sendiri.
Menatap langit kamar saat cerah malam hari, mendengar lagu yang kau beri, dan menjaga sisi kiri ini.
Atau nanti berkunjung ke tempat yang kau tunjuk dan duduk menikmati sisa malam.
Dan juga menikmati minuman yang pernah kita pesan sewaktu datang kita bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar