Jumat, 05 Februari 2016

Biar saja hijau

Lihat lembah hijau dibelah sungai kecoklatan, batang tebu tinggi menjulang tak kalah dengan ilalang.

Batu batu kerikil dan rel kereta seakan sudah jadi satu dengan alam, bersinergi berikan semangat kepada alam.

Walau kini pagi ditutupi awan abu abu, halangi matahari untuk bercumbu bumi tak menghalangi gerak petani menanam bibit padi.

Lagi lagi bertemu lembah, dan kereta ini bagaikan terbang diantara pucuk pucuk hijau pohon karet yang tinggi dari dasar lembah.

Begitu banyak hijau bahkan tak terhingga, sungguh ini berbeda dengan ibukota yang terlihat seperti langit mendung pagi ini, suram dan abu abu.

Sang pencipta adil menciptakan, kota penuh aspal, debu, dan baja sedangkan desa tetaplah hijau, sejuk, dan rindang.

Biarkan saja globalisasi tidak menyentuh desa, biarkan saja, biar kita makhluk kota dapat menghargai alam dan menikmati udara segar setelah dicekik asap asap knalpot.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar