Pagi berteriak kencang ingatkan semalam yang sudah terlupa terhapus mimpi, bangunkan diri ini dengan mendung yang menggantung di langit.
Kering di tenggorokan membuat susah ku menelan semua kenyataan yang payah, sedikit ku teguk air berharap akan segera hanyut masuk kedalam perut ini dan segera keluar dengan kotoran pagi ini.
Tak berfungsi normal diriku semalam, membuat kacau dunia yang sudah ku bangun belakangan ini, dunia dengan kota yang akan kuisi dengan orang yang ku cinta.
Mendung ini tidak membuat tambah payah kenyataan, tidak sama sekali, karena aku akan bermimpi dalam sadarku hari ini.
Tak usah jauh ku larutkan kenyataan yang pahit pagi ini, hanya dengan menarik mimpi di kepalaku ini untuk melarutkannya, mimpi yang sudah tentu indah.
Kabur dalam khayal untuk memberi lengkung di wajah agar terlihat riang walau dibaliknya terdapat kenyataan pahit atas perilaku tak pantas semalam.
Pagi ini terasa lamban seperti gerak lambat yang terlihat di sebuah film, terus menerus mengingatkan semua kejadian semalam tanpa ampun.
Khayal ini seakan terus menerus diterobos olehnya, seakan tidak boleh ku riang dengan mimpi mimpi indah yang berujung dengan ekspektasi.
Sudahlah pagi umpatku dalam hati walau pagi tidak akan mendengarkannya, karena hari ini harus dengan penyesalan pikirnya dan meminta maaf kepada semua.
Lelah pikirku jalani pagi ini, semoga mimpi ku mempercepat hari ini hingga tak terasa pagi sampai malam nanti, sampai ku kembali lelap dan melupakan semuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar