Senin, 21 Maret 2016

Menunggu sepi

Sampai sini ku selalu menunggu hingga hilang deretan manusia yang ingin segera keluar dari tempat ini.

Entah kenapa pikiran ini mungkin lebih dari sekedar tidak ingin berjejal dengan mereka yang sudah lelah raga nya.

Selalu saja ku sejenak duduk melihat rupa mereka yang turun dari dua gerbong terakhir, melihat cara mereka melihat tempat ini atau mungkin cara mereka melihat dunia.

Terkadang semua hal begitu indah, bukan dari apa yang kita lihat tapi apa yang dilihat mereka dan kita menerka apa yang ada di dalam pikiran mereka.

Tempat ini yang mungkin mereka benci hingga ingin sekali mereka berjejal ingin segera keluar dari tempat ini.

Atau mereka lega dan bersyukur telah sampai dengan selamat, berjejal ingin bertemu seseorang atau keluarga atau kelompok atau ingin berlanjut bertualang.

Langkah mereka yang tidak beraturan, yang sama sekali tak berpola, mereka yang berbeda langkahnya tapi satu tujuan mereka, keluar dari sini.

Malam tak buat mereka lelah untuk berjejal keluar, kadang menyerobot untuk ingin di depan, jadi yang pertama keluar dari tempat ini, tempat terakhir dari perjalanan kereta mereka.

Tak perduli apapun yang mereka tuju, dan apa yang mereka temu nanti diluar tempat ini, tempat yang dinanti mereka ketika mereka masuk ke dalam kotak besi yang bergerak di atas dua batang besi.

Semoga mereka selalu mengingat tempat ini sebagai tempat mereka memulai atau mengakhiri perjalanan yang selalu, selalu mereka nantikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar