Minggu, 20 Maret 2016

Mungkin ini doa

Lelap dalam tidur ku, lelah entah karena apa walau sudah kuteguk sedikit cairan pembuat degup jantung jadi cepat.

Badan ku segar tetapi mata ku lelah, ku melemah tidak seperti dulu yang biasa bercinta dengan layar besar dan menggores pena yang tak bertinta.

Apa yang kulakukan di sini, jika mata dan tubuh ku tak bisa saling membantu untuk selesaikan apa yang telah ku mulai?

Rasanya seperti bunga yang tak diberi air dan didiamkan dalam gelap tanpa cahaya, perlahan akan melayu dan membusuk.

Terlelap lebih dulu dan bangun lebih pagi, disini bagai kera yang malas yang tidak tahu mau berbuat apa.

Hari ini terbangun seperti biasa, saat dengung perlintasan kotak besi lebih sering terdengar dan kedua pria masih terlelap dalam istirahatnya mereka.

Untuk apa aku disini jika tubuh ini melemah dan tidak bisa ku pakai lagi seperti dulu menjadi tikus pengerat tata letak.

Ingin rasanya tubuh dan mata ini betistirahat dalam waktu yang lama, setelah semua yang ku alami.

Mungkin jika nanti aku kembali, aku dapat lebih banyak mencinta, lebih banyak bekerja, lebih banyak teman, lebih banyak setia, lebih banyak tersenyum, dan lebih banyak bersyukur.

Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar