Senin, 28 Maret 2016

Hilang dalam tenang

Adakah waktu untuk beristirahat jika lelah yang hanya kita rasa?

Walau orang lain berkata belum waktunya kau untuk tidur dan mendengkur.

Adakah waktu untuk mundur sejenak dalam berusaha yang hanya kita saja yang rasa sudah keras berusaha?

Walau orang lain berkata belum saja kau maju sudah meminta mundur dalam berusaha.

Adakah ruang untuk sendiri disaat semua berkata kepada kita untuk bersama?

Walau orang lain berkata tidak bisa kau sendiri jika kau dikelilingi banyak teman dan orang yang sayang.

Adakah tenang dalam riuh orang berbicara tentang jalan keluar untuk diri kita?

Walau orang lain berkata inilah yang harus kau lakukan untuk menjadi yang terbaik dan maju.

Izinkanlah diam menguasai, sepi menemani, dan tenang mendekati.

Biar didalam kekacauan pikiran yang ditempuh kepala ini bisa tenang mendengar bisik ilahi.

Jika orang lain ingin tubuh ini berbuat sesuatu untuk menjadi baik dari sebelumnya, biarkan sejenak tubuh ini hilang dari rutin nya dunia.

Biarkan hilang dari semuanya, semoga dalam sepi bisa tercipta banyak kreasi dan lebih dekat ke ilahi. Dan rindu tak lagi dibenci.

Jika orang lain ingin jiwa ini menjadi lebih tenang dari sebelumnya, biarkan jiwa ini lenyap dari riuhnya duniawi.

Biarkan lenyap dari dunia, biar kembali tenang walau masih mengenang dan berdoa tak pernah kurang. Dan hilangkan jurang dalam rindu yang menggelapkan terang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar