Selasa, 22 Maret 2016

Perjuangan pagi

Pagi bukanlah waktu yang tepat untuk memikirkan waktu yang lalu, kesederhanaan pagi adalah saat membuka mata dan bersyukur atas apa yang kita punya.

Tentunya kita pernah berpikir bahwa sebenarnya kita tidak lah terbangun dalam kenyataan, tetapi terjaga dalam mimpi yang selalu membuat kita semangat.

Mimpi yang kadang tidak terjadi dalam lelapnya tidur bisa menjadi sebuah adrenalin sendiri untuk hidup, inilah hidup kita.

Tidak lah usah kita menyangkal ketika mimpi kita terlalu muluk sehingga membuat kenyataan begitu pahit saat kita rasakan.

Saat terbangun pagi seakan ini adalah mimpi buruk terpanjang dan kita akan bangun dari mimpi ini, entah kapan kita akan tersadar bahwa inilah realita.

Hidupilah mimpi, jika nanti saat terbangun tak perlu lagi takut untuk membuka mata atau hadapi orang orang yang lalu lalang di depan mata mu.

Hidupilah mimpimu agar kau membuka mata saat terbangun diiringi dengan senyum segar walau gelap mendung di luar jendela tercampur dengan petir dan gemuruh guntur.

Sesekali kau merasa membunuh mimpi mimpi mu dengan menunduk kan kepala mu, seakan mencari sesuatu yang berserakan di jalan.

Menunduk karena kegagalan yang kita raih dengan ketololan atau kesalahan yang kita perbuat maupun kesalahan orang lain yang mempengaruhi kita untuk membunuh mimpi.

Jangan lah takut bermimpi di tengah matamu sedang terbuka, walau terasa berat dan seakan ingin sekali menutup mata ini selama lama nya agar terus hidup dalam mimpi saat tertidur.

Mimpi lah yang membuat kita besar, mimpi lah yang membuat kita segar, bermimpilah agar kita tidak takut dengan realita.

Walau pahit getir yang kau kecap saat menelan sebuah kekalahan, sebuah kenyataan yang tak bisa kau hindarkan, inilah waktu dimana mimpi mu hancur dan seakan kau tidak diizinkan untuk hidup, melainkan mati dan bermimpi.

Telan saja pahit itu, telan semua kekalahan itu dan bayangkan mimpi didalam benak otak mu, mimpi atas kebesaran dirimu atas hidup dan kuasa mu.

Pahit itu akan terasa gurih dan nikmat, seakan itulah gizi mu untuk maju, untuk tetap hidup dan hidupi mimpimu.

Bangun lah pagi ini dalam dingin dan berpikir tentang hangat, walau kita gagal dalam hidup janganlah gagal dalam bermimpi.

Bila nanti kau benar benar terpuruk karena kegagalan, mimpilah yang akan menyelamatkan mu yang terus menerus memperjuangkan asa di dalam otak mu.

Mimpilah yang membuat jantungmu berdegup saat memulai lagi hidupmu, dan mengalirkan darahmu keseluruh tubuh untuk bangkit kembali saat nanti kau terjatuh karena dijegal kegagalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar