Selasa, 29 Maret 2016

Saatnya pulang

Bertemu malam selepas pulang
Tak sempat menyapa senja
Tak sempat melihat rona jingga
Hanya gelap yang kulihat

Gelap malam hanya di langit
Di bawah nya terang dimandikan cahaya
Walau buatan namun terang lebihi rembulan
Merajai malam sampai tiba waktunya

Lelah masih terasa diantara daging dan tulang
Berjalan diantara cahaya buatan
Lelah pula menunggu angkutan
Yang dinginnya bagai ruangan daging

Ditembusnya cahaya yang disisipi gelap
Meruak diantara ruang besi yang bergerak
Diantara aspal dan beton yang keras
Menggerusnya dengan roda karet yang tebal

Duduk lelah nikmati dingin
Nikmati deru mesin angkutan
Rasakan lelah di setiap jengkal otot
Dan melihat muka lelah seluruh penumpang

Malam kian gelap
Disaat yang lelah berpulang ke rumah
Malam kian larut
Disaat deru kendaraan dibungkam sepi

Semua menanti kasur yang empuk
Dan merebakan tubuh lelahnya
Atau menanti air segar untuk bersihkan lelah
Sepulang nanti entah kemana mereka berpulang

Senja sudah lama mati hari ini
Dibunuh gelap sisi bumi
Sedangkan hati dan tubuh ini
Masih hidup walau lelah menggelayuti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar