Bertemu malam selepas pulang
Tak sempat menyapa senja
Tak sempat melihat rona jingga
Hanya gelap yang kulihat
Gelap malam hanya di langit
Di bawah nya terang dimandikan cahaya
Walau buatan namun terang lebihi rembulan
Merajai malam sampai tiba waktunya
Lelah masih terasa diantara daging dan tulang
Berjalan diantara cahaya buatan
Lelah pula menunggu angkutan
Yang dinginnya bagai ruangan daging
Ditembusnya cahaya yang disisipi gelap
Meruak diantara ruang besi yang bergerak
Diantara aspal dan beton yang keras
Menggerusnya dengan roda karet yang tebal
Duduk lelah nikmati dingin
Nikmati deru mesin angkutan
Rasakan lelah di setiap jengkal otot
Dan melihat muka lelah seluruh penumpang
Malam kian gelap
Disaat yang lelah berpulang ke rumah
Malam kian larut
Disaat deru kendaraan dibungkam sepi
Semua menanti kasur yang empuk
Dan merebakan tubuh lelahnya
Atau menanti air segar untuk bersihkan lelah
Sepulang nanti entah kemana mereka berpulang
Senja sudah lama mati hari ini
Dibunuh gelap sisi bumi
Sedangkan hati dan tubuh ini
Masih hidup walau lelah menggelayuti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar