Sedikit bergumam dalam hati
Tentang peron di seberang
Tempat menunggu untuk ke ibukota
Dimana awal terjadi waktu itu
Tak ada waktu yang menjelaskan
Tak ada kata yang menegaskan
Layaknya terang matahari
Nikmati saja terangnya
Nikmati pada waktu itu
Sebuah tatapan tanpa isyarat
Yang berujung saling mendekat
Mungkin saling terpikat
Tatapku melihat ke seberang
Tatapan yang melintas waktu
Inilah layar kaca penembus waktu
Kilas balik cerita lalu
Setiap langkah jelas terlihat
Menatapnya seakan dekat
Perlahan memelan geraknya
Semakin jelas semuanya
Di peron seberang yang lalu
Sebuah awal dari sebuah kisah
Yang kini mungkin berlalu
Menunggu cerita mereka bersatu
Dan kini ku menunggu di seberangnya
Menuju arah sebaliknya
Di titik awal keberangkatan
Untuk kembali ke tempat yang dituju
Sedikit menyesal di hati
Gerbong ini penuh orang menyesaki
Dan kiri ini ditinggal yang memiliki
Mungkin kusimpan saja sampai nanti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar