Mengintip malu di ujung timur
Merona merah di tepi langit
Belum tampak sosoknya
Hanya bias sinarnya yang dirasa
Perlahan biru menyeruak langit
Masih merona merah di ujung sana
Bagai pertemuan pertama
Masih malu malu tunjukkan dirinya
Bagai malu dipuja
Yang merona merah pipinya
Sungguhlah cantik mentari pagi
Bagai perawan beranjak dewasa
Yang baru saja dilamar kekasihnya
Malu malu beranjak tinggi
Pelan pelan menguning terlihat
Sinarmu cantik di pagi ini
Temani pekerja mencari rezeki
Janganlah marah hai nona pagi
Janganlah terik kau beri di siang hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar