Kamis, 07 April 2016

Stasiun itu senja

Stasiun seperti senja, pertemuan dua rasa, datang dan pergi.

Melepas sang hari menyambut sang malam, melepas yang disayang dan menyambut yang dirindu.

Harus rela melepaskan terang dan bersiap arungi malam, siap merindu dan dirindu.

Senyum senang datang disambut pelukan, hiasi wajah yang seterang siang.

Lepaskan lara dan juga rindu, sudah saatnya kita bertemu.

Sedih menggelayut, terbawa hanyut arus sendu, melepas yang disayang mendadak malam tutupi wajah.

Jangan menangis meringis, siapapun resah saat berpisah.

Stasiun seperti senja, merindu dan mencinta, melepas dan menyiksa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar