Barisan abu kelabu tutupi si nona pagi
Hanya berkas sinarnya yang tembus awan yang kian menyendu
Perlahan rintik hujan perlahan turun
Begitu perlahan serasa embun subuh tadi
Deru kendaraan mengerang di jalan
Menggilas aspal yang terus terkikis karet bundar
Membuat nya jadi serpihan debu yang tak kasat mata
Yang terhirup pengguna trotoar yang berjalan tergesa gesa
Si kelabu yang sendu buat pekerja tertipu
Membuat si nona pagi tertutup rona nya
Hingga menutup sebagian semangat yang menggebu
Tak tertahankan bagi jiwa yang sudah kian lesu
Wahai nona pagi beranikan dirimu
Tunjukan ragamu sebelum mereka melemah merindumu
Buat lengkung senyum di wajah para pencari rezeki
Agar ringan langkah tergesa mereka tak jadi sia sia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar