Terbentuk bagai asap tebal
Bukan gelap pekat
Karena terhirup pun bisa
Sebuah sepi yang kelam
Berkumpul dalam rongga dada
Menggeliat memenuhi semua ruang
Kelam menyesakkan hidup
Menyebar ke seluruh nadi
Darah tercampur gelapnya sepi
Mata berubah hitam dicelup kegelapan
Bukannya menjadi buta
Hanya lah hitam yang dilihat
Hentikanlah ini semua
Berhentilah saja bernafas
Agar sepi tak masuk menyeruak
Dan gelap menutupi mata
Sesaat nafas terhenti
Seberkas cahaya terlihat mengintip
Setitik dari pekatnya sepi
Sebuah harapan yang dinanti
Gemilang titik cahaya itu
Mempesona mengajak kesana
Kakipun melangkah
Walau terasa tak menjejak tanah
Kusibak asap sepi dengan harapan
Kedua tangan mengibas menggila
Membuat jalan demi cahaya disana
Yang memanggil di ujung sepi
Titik membesar pendarnya menyala
Semakin terang mengalahkan kelam
Merasuk hangat ke dalam sela mata
Mata seakan tercelup air surga
Sekitar masih terasa asap sepi
Membentuk pintu menuju terang cahaya
Selangkah lagi menuju sana
Cahaya terang ramai penuh bahagia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar