Lihat bangku basah disapu hujan
Niat hati menunggu ramai
Tak apalah berdiri sambil berandai
Tentang hujan dan harapan
Awan sudah berlalu pergi
Tampaklah rembulan ditutupi kabut
Sinarnya bias dihalang awan tipis
Seakan merona malu bertemu bumi
Terbentuk cincin bias sinar rembulan
Saru terlihat di tengah angkasa malam
Besar melingkari dirinya
Mungkin inilah pelangi kala malam
Mereka yang berharap setelah hujan
Ingin melihat langit bersolek pelangi
Tak usahlah menunggu sampai pagi
Tak usah menunggu tiba mentari
Malam tak perlu warna
Tak perlu bersolek begitu ramai
Hanya pendar sinar rembulan
Cincin cahaya hadiah setelah hujan
Harapan janganlah dinanti
Seperti menunggu pelangi di malam hari
Tak nikmati rembulan yang ada kini
Menggerutu hingga datang si nona pagi
Hujan kala malam
Kadang usir semua harapan
Termangu hingga kesal dibawa lelap
Tertidur sampai pagi usir gelap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar