Senin, 18 April 2016

Gerutu hujan kala malam

Lihat bangku basah disapu hujan
Niat hati menunggu ramai
Tak apalah berdiri sambil berandai
Tentang hujan dan harapan

Awan sudah berlalu pergi
Tampaklah rembulan ditutupi kabut
Sinarnya bias dihalang awan tipis
Seakan merona malu bertemu bumi

Terbentuk cincin bias sinar rembulan
Saru terlihat di tengah angkasa malam
Besar melingkari dirinya
Mungkin inilah pelangi kala malam

Mereka yang berharap setelah hujan
Ingin melihat langit bersolek pelangi
Tak usahlah menunggu sampai pagi
Tak usah menunggu tiba mentari

Malam tak perlu warna
Tak perlu bersolek begitu ramai
Hanya pendar sinar rembulan
Cincin cahaya hadiah setelah hujan

Harapan janganlah dinanti
Seperti menunggu pelangi di malam hari
Tak nikmati rembulan yang ada kini
Menggerutu hingga datang si nona pagi

Hujan kala malam
Kadang usir semua harapan
Termangu hingga kesal dibawa lelap
Tertidur sampai pagi usir gelap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar