Lirih gontai bersuara serak
Kaki tak kuasa melangkah
Bersandar pun lunglai
Hilang semua tulang belulang
Lemas semua rasanya
Saat hati dilihat jahat
Sampai bergetar badan ini
Menahan diri mengucap kata
Salah memang hujan turun
Maksud hati berbuat baik
Malah berulah menjadi banjir
Merusak menghancurkan yang ada
Awalnya menimang disayang
Kemudian salah ku membuang
Yang berujung mengerang
Sakit setelah kubuang
Cerah pagi dirasa hangat
Begitu nyaman semangat terasa
Hingga siang datang mencekam
Menebar terik yang menusuk hati
Akhirnya liat pun disusun jadi rumah
Batu batu disusun menuju langit
Agar terik tak lagi sakit
Agar tak hilang ditinggal cahaya
Semua akhirnya sembunyi
Dari sakit yang terus ku sisipi
Benci yang kubuat tidak sengaja
Yang melahirkan banyak benci
Lelah kaki melangkah
Panas dengkul menekuk
Akhirnya tumbang dibakar benci
Benci yang kubuat sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar