Tidak terwujud dalam raga
Semalam kita hanya bercengkrama
Melalui udara
Bertukar pikiran untuk hilangkan lara
Merengkuh nikmat yang kita rasa
Tak kusentuh raga mu adinda
Hanya kudengar desahmu nyata
Berdesir seluruh jiwa raga
Saat kau panggilku dengan nama
Penuh denganmu isi kepalaku seketika
Berbagi peluh walau hanya bertukar kata
Saling memanggil saat di puncaknya
Sungguh malam penuh hasrat membara
Sampai lelah menutup mata kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar