Gelombang cahaya dilumat malam
Kau datang membawa lentera
Mencoba melawan malam tetapi malah ditelannya
Kau datang kembali lagi
Mencoba membuat api unggun
Menata kayu kering setinggi menara
Dan membakarnya
Kau buat api unggun seterang matahari
Tetapi malam lebih besar dari matahari
Dilumatlah habis api besar itu
Kau terus datang dengan segala cara untuk lawan gelapnya malam
Pada akhirnya kau tidak menyadari
Engkau lah cahaya yang tidak bisa ditelan malam
Jikalau nanti kau sadari datanglah sendiri
Usir gelap ini dengan cahayamu
Jikalau kau bersedia untuk bercahaya
Datanglah lagi, datang dan peluklah malam
Biar nanti cahaya mu terangi malam
Merasuk ke kamar ini
Melalui lubang udara dan jendela
Dan menjadi sang penjual rindu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar