Minggu, 31 Januari 2016

Penjual rindu 1

Gelombang cahaya dilumat malam
Kau datang membawa lentera
Mencoba melawan malam tetapi malah ditelannya

Kau datang kembali lagi
Mencoba membuat api unggun

Menata kayu kering setinggi menara
Dan membakarnya

Kau buat api unggun seterang matahari
Tetapi malam lebih besar dari matahari

Dilumatlah habis api besar itu

Kau terus datang dengan segala cara untuk lawan gelapnya malam

Pada akhirnya kau tidak menyadari
Engkau lah cahaya yang tidak bisa ditelan malam

Jikalau nanti kau sadari datanglah sendiri
Usir gelap ini dengan cahayamu

Jikalau kau bersedia untuk bercahaya
Datanglah lagi, datang dan peluklah malam

Biar nanti cahaya mu terangi malam
Merasuk ke kamar ini
Melalui lubang udara dan jendela

Dan menjadi sang penjual rindu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar