Jarang kurasa sinar matahari pagi di halte Transjakarta Juanda ini
Sinarnya belum terik seperti waktu nya makan siang
Banyak wajah baru yang kulihat
Satu dari mereka menarik untuk dilihat
Kulihat paras dan tingkahnya
Kulihat tawa dan senyumnya
Sungguh...
Sungguh tidak bisa menghilangkan sosok wanita di kepala ku ini
Sosok yang selalu ada selama 3 kali terima gaji
Yang selalu berikan kejutan
Berikan petuah walau dia tidak selalu bijak
Memberitahu betapa luasnya hidup
Jangan menuduh jika ku membuat puisi ini dengan wajah sedih
Aku hanya rindu
Bukan karena sedih aku merindu
Tidak ku benci rindu kali ini
Kali ini aku memakai senyum yang dia beri kepada ku
Senin, 04 Januari 2016
Senyum rindu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar