Dia itu bukan sosok yang gemerlap diantara yang lain, tapi Dia punya cahaya yang cukup untuk terangi aku di gelap yang ku huni.
Dia itu bukan milik ku, Dia akan menjadi milik orang lain. Tapi pendar cahayanya tenangkan aku.
Terkadang aku rasa pendarnya melemah dan aku tak melihat apapun di gelap ini, sampai terkadang ku cukupkan saja gelap ini agar aku bertemu gelap yang jauh lebih pekat.
Sekarang pendarnya menyala lagi, setelah Dia memerah marah karena ku ucap selamat tinggal.
Sesuai namanya, Dia menyamarkan gelap ku. Agar aku hidup dengan nyaman di gelapku ini. Dengan pendar cahayanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar