Terbangun pukul empat pagi
Merasa kosong kembali
Tak berani ku mencari
Mungkin ditempat si lelaki
Khawatir makin menjadi
Secuil kabar pun tak diberi
Apa mungkin tak tahu kalau dinanti
Sepotong pertanda pun itu berarti
Inilah sepi yang dirasa pagi
Ketika kalut menyelimuti
Harus dihadapi dengan berani
Fana nya sebuah dunia ini
Arsipkan rindu untuk usir sepi
Terasa dingin seperti mati
Alihkan angin yang menggigit kaki
Layak nya tertidur didalam peti
Amati diri yang merindumu lagi
Obati rindu dengan memeluk hati
Hanyalah sebentar kuendus lagi
Untungnya masih terasa hingga kini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar